Tokoh kita kali ini mungkin telah di'sel' menjalani hukuman selama 15 tahun penjara. Angka ini akan menjadi angka yang sulit bagi petugas LP untuk menghitungnya sehingga nantinya koruptor ini hanya menjalani masa hukuman yang lebih pendek. Petugas lapas paling sering keliru menghitung masa hukuman tahanan orang berduit.
Tokoh kita ini memiliki anak bernama Topan dan Guntur. Mungkin terinspirasi pelawak terkenal Topan dan Lesus. Tapi Lesusnya diganti dengan petir/guntur.
Tokoh kita ini berasal dari desa Slemanan, Kecamatan Udanawu (=Hujan Abu). Sebuah desa pinggiran paling ujung utara wilayah Blitar.
Imam Muhadi yang sudah Haji, bupati dengan rekor korupsi terbesar di indonesia ini berasal dari keluarga yang terbilang terpandang.
Adiknya, dr Syahrul Alim (34th) saat ini merupakan anggota DPRD dari PDIP. Tidak tanggung-tanggung dia juga menjabat wakil ketua dpr. http://www.blitar.go.id/database/lain/files/dprd.htm
Terpilihnya dia menjadi anggota DPR juga tidak lepas dari permainan uang yang memaksa salah satu kandidat lain harus gigit jari dengan cara tidak fair. Kandidat yang tersingkir ini pada dasarnya memiliki suara lebih banyak dari adik koruptor tersebut. Namun, uang bisa membeli partai. Suara rakyat bisa dipermainkan. Rakyat bisa ditipu. Inilah partai PDIP (PDI Peni*u,
Adiknya yang lain adalah seorang Lurah dengan reputasi yang tidak kalah mengerikan. Jabatan lurah yang dia duduki selama kurang lebih 3 periode bisa jadi langgeng karena uang. Namun daerah yang dipimpinnya termasuk daerah miskin. Terkenal dengan pengekspor komoditi manusia babu ke Malaysia dan Arab Saudi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar